09 August 2017

Pelacur dan Penjilat [Part 1]

Ilustrasi
Suatu hari di tahun 2006 saya bekerja seperti biasa, namun karena teman-teman saya orang-orang hebat saya jadi agak kaku untuk berbicara lepas. Umur saya waktu itu masih 21 tahun dan mereka rata-rata berumur antara 30-45 tahun.
Tidak ada teman saya yang sebaya, menjadikan saya seperti orang yang mau akad nikah setiap hari, kaku dan diam. Alasan saya untuk lebih banyak diam adalah karena ilmu mereka jauh lebih tinggi, belum lagi cerita pengalaman, wah saya entah dimananya mendengar cerita mereka.

Mereka semua sudah menikah, namun ada satu orang yang duda yang terkadang bisa menjadi teman saya kala libur karena dia tidak terlalu mikirin pulang ke rumah. Bertemu dalam satu ruangan, dengan berbeda suku, pengalaman, logat, dan perilaku membuat suasana selalu saja ada cerita.

Gaji mereka belasan juta, pengalaman disana-sini, namun hidup di perantauan membuat mereka harus berhemat, malah mereka selalu mita gaji naik dengan alasan mereka dan keluarganya bisa kapan saja masuk rumah sakit dan alasan lainnya.

Hingga suatu ketika dua orang dari mereka bertanya dengan muka serius kepadaku "Hai, di teman saya mau datang kesini dari luar kota, bisakah kau carikan seorang Lo*te untuknya?
Aku agak bingung, kok orang rajin shalat, perilaku baik nyari Lo*te?
"Tolong carikan ya, nanti kalau udah dapat jumpain saya"

Demi Allah saya tidak pernah menyentuh Lo*te, mendengar cerita dari teman saya sering. Berbekal cerita teman saya bahwa mencarinya cukup menjumpai abang tukang becak.
Waktu itu saya sekitar jam 2 saya menuju pangkalan becak dan bertanya "Bang dimana ada Lo*te? Tukang becak yang tanpa ragu menjawab "Ada" dan meminta dibayarkan ongkos penunjuk jalan saja.

Saya dibawa ke Pemukiman agak padat, disana saya memasuki gang lalu berbelok ke kiri dan mendapati rumah sewa berjajar dikanan dan kiri. Jalannya buntu dan rumahnya berjumlah sekitar 10 rumah.
Waktu itu tukang sedang mencari seorang wanita, dan sedang duduk ibu muda menggendong anaknya di depan rumah. Dia mengatakan bahwa si perempuan yang kami cari belum pulang dengan rasa penasaran dia bertanya ada apa gerangan.

Tukang becak mengatakan saya mencari jasa wanita, dan Ibu muda tersebut memandangiku heran dan mengatakan jika tidak keberatan dia mau, mungkin dia berpikir saya yang mencari seorang pel*cur, saya pun tidak melajutkan pembicaraan lagi dan pamit untuk pulang.

Saya tak habis pikir, seorang ibu muda yang cantik menjajakan dirinya, terlihat saat menggendong anaknya perekonomiannya mungkin terganggu, melihatku yang masih polos mencari penjaja wanita dia seperti ingin masuk ke dunia hitam.

Sayapun kembali menjumpai teman saya dan mengatakan Pel*curnya ada, dan dia menjawab datar saja dengan "Iya" tanpa mengatakan kepastian. Terpikir, apakah mereka mengetesku atau serius, namun beruntunglah mereka tidak menindaklanjuti karena saya pun takut berdosa membantu dijalan yang tidak baik.

Namun, ada cerita menarik dan seorang teman yang saya juluki "Penjilat"

Bersambung Palcur dan Penjilat [Part 2]...

No comments:

Post a Comment

Cara mengetahui Android Kamu sudah di Root atau belum

Artikel ini akan membahas bagaimana cara mengetahui Android kamu sudah Root atau belum . Root merupakan media Eksperimen untuk hal-hal bar...